29 April 2017

Kawasan Damnah Jadi Sentral Kota Pusaka

By Admin Web In Budaya
danah bang oji

Kawasan situs puing Istana Damnah di Daik Lingga. Lokasi ini direncanakan sebagai sentral kota Pusaka. (foto: said fauzi)

Kawasan Damnah Jadi Sentral Kota Pusaka

Pemkab Lingga bersama Satker PU diskusikan zonasi dan analisa delineasi kawasan Kota Pusaka di Daik Lingga. Hasilnya, pemkab dan Satker fokuskan titik situs Istana Damnah yang menjadi sentral peninggalan sejarah dan budaya kesultanan Lingga-Riau.

Hal ini dilakukan sebagai langkah awal mengembangkan Kota Pusaka di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini secara maksimal.

Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar mengatakan kini Pemda bersama Satker PU  tengah merampungkan identifikasi objek pendukung Daik sebagai Kota Pusaka.

“Kami tengah merampungkan titik-titik lokasi mana saja yang menjadi fokus. Terutama dikawasan situs Istana Damnah dan kawasan sekitarnya. Syukur-syukur dalam waktu dekat ini sudah rampung,” kata Nizar, Rabu (19/4).

Karena telah diakui sebagai Kota Pusaka, Kota Daik lanjut Nizar yang memiliki situs cagar budaya paling banyak di Kepri juga akan memberi dampak terhadap pembangunan dan pembenahannya.

“Tentu ini jadi harapan kami di daerah yang minim APBD dapat membenahi titik bersejarah yang menjadi kawasan Kota Pusaka dengan fasilitas lebih baik melalui anggaran APBN,” jelas Nizar.

daik bang oji 2

Panorama kota Daik dari udara dengan pemandangan Gunung Daik yang bercabang 3. (foto: said fauzi)

Sementara itu ditempat lain, kepala dinas Kebudayaan, M Ishak menuturkan hasil diskusi bersama Satker PU bersama pemda tengah memetakan delineasi kawasan Kota Pusaka seluas 60 Hektare.

“Fokusnya tetap di Damnah. Masih tahap delineasi,” jelas Ishak.

Untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana Kota Pusaka, dilanjutkan Ishak dari hasil pertemuan bersama konsultan Satker PU pemerintah pusat akan menggelontorkan Rp 7 Miliar melalui APBN.

“Dari Satker PU seperti itu. Rp 7 Miliar untuk kota Pusaka dari APBN kalau tidak ada perubahan,” tukas Ishak.

Dengan begitu kedepan pariwisata dan budaya di Lingga dapat berjalan seiring.

 

Foto: Said Fauzi

Naskah: Hasbi Muhammad

 

Komentar

komentar