Beranda Alam Cruise to Lingga, Mei 2016, 20 Yacht Singgah di Lingga

Cruise to Lingga, Mei 2016, 20 Yacht Singgah di Lingga

111
0
Peserta wisata layar dengan yatch yang singgah di pulau Sekeiling, Senayang, Lingga Februari lalu. (Ft: Hasbi)

 

Oleh Muhamad Hasbi

Pada awal bulan Mei mendatang, wisata layar internasional kembali sambangi perairan Lingga.

Event  Cruise to Lingga ini ditaja oleh Nongsa Point, Batam bekerjasama dengan Pemprov Kepri dan dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kabupaten Lingga akan diramaikan 20 kapal layar atau yatch dari sejumlah negara.

Mereka berkesempatan menikmati indahnya Kepulauan Lingga.

Kasi Pemasaran dan Pelayanan Informasi Rosanna, mewakili Kadisbudpar Lingga H M Asward mengatakan, tepat pada tanggal 1 Mei 2015, 20 Yatch akan bertolak dari Nongsa Point ke pulau Benan, Mensanak, dan desa wisata Penaah.

Ketiga titik ini, akan menjadi titik labuh bagi 78 peserta.

“Kita akan fasilitasi kedatangan peserta wisata layar. Event wisata layar ini, selama sepekan mulai tanggal 1 sampai 7 Mei. Tanggal 8 peserta akan bertolak balik ke Nongsa lagi,” ungkap Rosanna, Jumat (1/4).

Even wisata layar kali iini, tambah Rosanna menambah jumlah wisata dan event wisata layar ke Lingga. Mulai dari Wonderful Sail 2 Indonesia, Race To The Equator hingga Sail Karimata pada akhir tahun nanti.

Titik-titik labuh potensial Lingga, wilayah paling selatan Kepri dengan 604 pulau di Lingga, laut birunya yang jernih dan ratusan pulau perawan akan menjadi sajian istimewa wisatawan menikmati alam bahari yang natural.

Kebaharian orang-orang pasisir, juga menjadi salah satu daya tarik wisata.

“Kedepannya, tidak hanya Benan, Mensanak dan Penaah saja. Tapi para yatcher ingin menjelajah pulau-pulau lain di Lingga. Kita punya 12 titik labuh potensial, dan ratusan pulau lagi. Ini perdana Cruise To Lingga, ke depan akan jadi event  tahunan,” tambahnya.

Selain memberikan warna baru bagi wisata di Kepri, pariwisata layar ini dikatakan Rosanna tentunya akan memberikan manfaat bagi warga pesisir Lingga. Yang pasti, meningkatkan ekonomi. Namun, masih perlu pembinaan yang lebih, agar warga semakin siap dengan produk-produk lokal seperti sovenir untuk ditawarkan.

Wisata layar juga dikatakannya memberikan tantangan bagi pemerintah kabupaten Lingga untuk menyerap dana pusat. Kerja keras lintas sektor dan koordinasi yang lebih tajam dan baik bersama pemprov. Bukan hanya dukungan, tapi juga program-program pembangunan peningkatan sarana dan prasaranan kepada titik-titik labuh yang telah di survei kementerian Pariwisata seperti Mepar, Tajur Biru, Rejai, Tanjung Kelit, Batu Belobang, Pulau Berhala dan Pekajang.

“Wisata layar kita tidak perlu sediakan hotel dan sebagainya. Mereka telah memiliki fasilitas tempat tinggal sendiri yaitu kapalnya. Hanya, menjadi tantangan untuk kita (Pemerintah Daerah), sebab semakin tahun akan semakin ramai lagi yang datang,” ujarnya.

Sampai saat ini, boleh dikatakan belum semua sarana prasarana penunjang titik labuh bagi sekoci-sekoci wisatawan tersedia.

“Ini perlu kerjasama semua pihak. Kita harapkan, bulan Mei nanti, wisatawan puas seperti tahun-tahun sebelumnya dan terus datang ke Lingga,” tambahnya.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here