Beranda Manusia Alam Lingga Antar Putranya Jadi Fotografer Kelas Dunia

Alam Lingga Antar Putranya Jadi Fotografer Kelas Dunia

105
0

DENGAN memotret  lanskap pemandangan alam di tanah kelahirannya Daik Lingga, Said Fauzi putra asli kelahiran kampung Sungai Pinang, Lingga, mengukuhkan dirinya menjadi fotografer kelas dunia.  Ia menjemput langsung gelar kehormatan dan membanggakan dari ajang Kuwait Grand Photograph Contest itu ke Kuwait.

Pegawai Negeri Sipil  di  Humas Pemkab Lingga ini memang diundang datang setelah namanaya masuk menjadi salah satu dari lima nominasi kategori foto lanskap. Foto blackwhite dari tema lanskap-nya diambil di Tanjung Buton, Lingga, dengan tekhnik slowspeed. Dengan foto itulah Jumat (22/4) malam ia ditabalkan menjadi Juara I.

Said Fauzi dengan tropi kemenangannya.

“Tuhan Mahabaik. Kita tidak pernah tahu bagaimana cara Tuhan memberi rizki. Yang penting luruskan niat dan jangan pernah takut untuk berkarya,” ungkap lelaki yang oleh orang-orang dekat dan kawan-kawannya diakrabi dengan sapaan Oji ini, mengekspresikan kemenangannya.

Kontes foto internasional di Kuwait itu melombakan tujuh kategori. Mulai dari Hero, Kuwait, Lanskap, Wildlife, Sports, People & Portrait dan General.  Dari Daik, ia ikuti kontes tersebut dengan mengirimkan foto karyanya ke situs web www.kwtphotography.com. Ia mula-mula masuk menjadi salah satu nominator dari 38 orang di seluruh dunia.

“Dari Indonesia kita bertiga, ada Jenny Tan dari Jakarta dan Hasan Tribuana dari Palembang. Tanggal 20 April kemarin kita berangkat sama-sama ke Kuwait. Seluruh kategori dari seluruh dunia ada 38 orang ke grand final. Kita juga ada kegiatan hunting sama-sama ke pasar tradisional di Kuwait,” ungkapnya.

“Doa dari keluarga bunda, istri, anak juga kawan-kawan semuanya. Terimakasih juga suhu Tawaqal Rusty,” kata Oji.   Nama yang secara khusus ia sebutkan adalah seorang sahabatnya dan rekan berburu fotonya di Lingga juga komunitas kecil foto yang ia  gerakkan bersama yakni Lingga Photography Community (LPC).

Sejak 2009, oji menetap dan menjadikan Daik Lingga  wilayah perburuan estetika foto-fotonya.

“Pokoknya, anak kampung jangan takut untuk berkarya. Maksimalkan saja apa yang kita punya di kampung halaman. Hentam aje. Masalah menang, kalah, ikut kompetisi atau tidak, itu lain cerita. Walaupun dari kampung kecil, kita harus dan tetap berkarya,” tutup Oji yang menerima tropi, plakat dan hadiah uang tunai dari kontes internasional di Kuwait tersebut – Muhammad Hasbi