Beranda Manusia Memburu Roti Mak Yam ke Dapurnya di Kampung Gelam

Memburu Roti Mak Yam ke Dapurnya di Kampung Gelam

98
0

MAK Yam dan roti bakar kampung adalah paduan konsistensi yang sulit dilawan. Di dapur terbukanya yang beralas pasir, di belakang rumah panggungnya di Kampung Gelam, Daik, Lingga, bebebera tahun sudah ia memproduksi roti bakar kampung, dari mengadon, mengkhamir, hingga memanggang – dan menjual –  ia lakukan di sana.

“Kalau ada sisa baru saya titip ke kedai-kedai. Tapi jarang ada sisa. Selalu habis, orang datang ke sini membeli,” kata Mak Yam.

Mak Yam bertahan dengan proses produksinya yang tradisional. Ada tungku yang disebut para oleh orang-orang di Daik di dapurnya.  Di situlah  Mak Yam memanggang roti. Bahan bakarnya bara kayu bakar di bawah dan bara sabut kelapa kering.

Sebuah wajan, dijadikan pemanggan pengganti oven. Sabut-sabut kelapa ia kumpulkan dari kebun di belakang rumah. Dan hasilnya adalah roti bakar kampung yang mengembang, mengkilat di permukaan kulitnya, menguarkan bau pandan yang menggoda.

Orang Daik memburu roti Mak Yam untuk kudapan menemani teh hangat atau kopi hitam.

Dapur Tungku Mak Yam buka setiap hari, pada jam yang aneh kalau ditinjau dari bisnis modern. Warung kue kok bukanya setelah salat Magrib? Tapi itulah yang dilakukan Mak Yam. Ia mulai membakar roti kampungnya, dan langsung menjualnya panas-panas sekitar pukul 18.30 WIB malam.

Sehari, Mak Yam hanya membuat 200 sampai 300 buah roti. Harap maklum, ini hanya industri kecil rumahan. Tapi jangan salah, roti Mak Yam jadi oleh-oleh dan buah tangan se-Kepulauan Kepri ini. Mulai dari Tanjungpinang, Batam, Karimun hingga Pekanbaru.

Tak jarang, roti bakar tradisionalnya ini juga dikirim dan dibawa ke Singapura dan Malaysia sebagai oleh-oleh dari kerabat dan keluarga di Daik Lingga.

“Memang sedap. Kami kalau ada orang Daik ke Pekanbaru selalu minta titip bawakan roti Mak Yam Kampung Gelam tu,” kata Mafatihul Ulum, seorang mahasiswa S2 asal Lingga di Pekanbaru.

Nah, kalau sedang berkunjung ke Daik, dan ingin mencicipi roti kampung khas Daik ini, kami sarankan datang lekas, langsung meluncur ke lokasi pada awal jam Mak Yam mulai berjualan, sebelum habis dibeli pelanggan lain. – Muhamad Hasbi

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here